It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Pemerintah Provinsi NTT akan segera mengimplementasikan Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SIP PPID) dengan tahap awal yaitu melakukan peningkatan kualitas SDM pengelola aplikasi pada PPID Pembantu di Perangkat Daerah Lingkup Prov.NTT. Pembukaan pelatihan dan implementasi SIP PPID dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Bapak Drs. Aba Maulaka pada tanggal 27 September 2018, bertempat di aula Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. NTT. Pelatihan ini didukung narasumber yang berasal dari Kemendari RI.

SIP  PPID  merupakan  aplikasi  pengelolaan  dan  pelayanan  informasi  untuk  Pejabat  Pengelola Informasi dan  Dokumentasi  (PPID)  sebagaimana  Undang-Undang No  14 Tahun  2008.  Aplikasi ini  dikembangkan  berbasis  hibrid  -desktop  dan  website,  sehingga  dapat  dijalankan  oleh  PPID yang  tidak  memiliki  akses  internet  dengan  baik.  SIP  PPID  mengintegrasikan  pengelolaan  dan pelayanan informasi antara unit-unit (PPID Pembantu) dalam sebuah entitas Badan Publik. SIP PPID juga mengintegrasikan pelaporan pelayanan infomasi oleh PPID kabupaten maupun kota ke PPID provinsi dan PPID Kemendagri sebagaimana ditetapkan  Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.

SIP PPID adalah sistem informasi untuk pengelolaan dan pelayanan informasi yang dijalankan oleh  PPID dan  terintegrasi  dalam  sebuah  entitas  badan  publik  dan  dijalankan  melalui komputasi  awan  (cloud  computing).  SIP  PPID  merupakan aplikasi  untuk  pengumpulan, pendokumentasian, pengarsipan, publikasi, pelayanandan pelaporan hasil pelayanan informasi terintegrasi. SIP PPID mengintegrasikan pengelolaan dan pelayanan informasi antara entitas PPID.

Dengan mengimplementasikan SIP PPID ini, diharapkan pengumpulan dan pendokumentasian dokumen oleh Pemerintah Provinsi NTT dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu SIP PPID akan membantu Pemerintah dalam mempublikasikanm dokumen-dokumen dalam daftar informasi publik (DIP) tersebut sehingga mudah diakses oleh masyarakat.