It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Saya minta agar kita semua warga NTT jangan mencederai wilayah NTT ini dengan sampah. Saya tidak tahan kalau lihat kota ini penuh dengan sampah plastik.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Sabtu (27/10/2018) malam. Viktor mengatakan, pemerintah NTT menetapkan pariwisata sebagai moto penggerak dari semua bidang pembangunan di NTT, karena itu salah satu yang menjadi perhatian adalah soal kebersihan.

Menurut Viktor, semua masyarakat yang ada di NTT wajib membuang sampah pada tempatnya, karena NTT terkenal dengan daerah yang eksotik.

“Karena eksotik, maka kita jangan cederainya dengan sampah. Jika ada sampah yang kita temukan mari pungut dan buang pada tempatnya,” kata Viktor.

Viktor mengakui, dirinya tidak tahan apabila melihat Kota Kupang penuh dengan sampah-sampah plastik, seperti bekas botol air mineral maupun gelas-gelas plastik bekas air mineral yang dibuang sembarangan.

“Saya kalau jalan lihat sampah plastik itu, rasanya mau ambil atau pungut. Mari kita semua sebagai warga yang disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Dia mengatakan, apabila ada tamu ataupun saudara-saudara yang datang dari Pulau Jawa atau luar NTT pasti mengatakan bagus kampung kamu, tapi sayangnya penuh sampah.

“Kita harus jadi manusia yang disiplin dengan buang sampah pada tempatnya di mana saja kita berada. Khusus di kota ini, harus bersih dari sampah,” katanya.

Viktor mengatakan, dirinya tidak ingin melihat Kota Kupang penuh dengan sampah. “Saya tidak mau kota ini penuh dengan sampah. Saya tidak tahan kota ini kalau penuh dengan sampah plastik,” katanya.

Dia mengakui,pemerintah ingin membangun provinsi NTT sebagai provinsi yang beradab, provinsi yang tertib, provinsi yang disiplin, provinsi yang bermartabat.

“Karena itu kita semua harus bisa kerjasama. Laki-laki, perempuan, hitam atau putih ataukah biru belau, semuanya mari kita bekerja sama. Selama kita menyatukan semngat kita untuk bekerja mencapai satu tujuan yakni kejayaan dan kesejahteraan NTT,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Keluarga Jawa yang ada di Kota Kupang maupun NTT agar bertindak sebagai lokomotif penggerak utama, untuk menggerakan seluruh komponen di NTT untuk membuang sampah pada tempatnya. (*)


Sumber :

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Soal Kebersihan, Viktor: Jangan Cederai NTT dengan Sampah, http://kupang.tribunnews.com/2018/10/28/soal-kebersihan-viktor-jangan-cederai-ntt-dengan-sampah.
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola